Archive for April, 2011

MELIHAT ALLAH

13 April 2011

Mahzab Imam AN-NAFRI dalam Makrifat Ketuhanan
“Ilmu yang rapi tersimpan karena mutunya,tidak boleh dijamah oleh yang bukan ahlinya”
AN  – NAFRI sama halnya dengan para sufi lainya, tiada yang dimasguli melainkan yang Maha Tunggal itu.Ma’rifat kepada Allah,sampai padaNYA,melihatNYA, pemahaman kepadaNYA, melihatNYA,pemahaman tentangNYA,mendengarkan kepadaNYA,
Saling bertutur kata,berkawan duduk semajelis,tinggal bersama dalam hadirat,dan menjalin persahabatanyang mulia disisi ambang kesudahan.
Kesudahan dimana Roh manusia mampu melayang,An-Nafri sama halnya para sufi lainya,tidak melihat jalan lain kecuali,semua harus ditanggalkan ( TAJRIED ) dan melepaskan kedua alas kaki ( KHAL’UN NA’LAIN ).
“Lepaskan kedua alas kakimu bahwasanya engkau berada dilembah suci Thuwa “ (THOHA 20:12 ).
Dua alas kaki adalah jasad dan jiwa,jasad dan jiwa kedua itulah yang harus ditanggalkan dan dilepaskan. Tuhanpun berkata kepadanya “ Akulah Allah,takkan sampai engkau kepadaku dengan tubuhmu !.”
Usahakan pelepasan yang tidak sampai jatuh kedalam “Kependitaan” yang runtuh aatu Kezuhudan yang hampa dan sia-sia.
Kendaraan apa yangdipakai An-Nafri ? itulah ILMU.
Ilmu : Bagaikan hewan tunggangan menuju sasaran.Jaga dan awasi selalu,kalau tidak maka berbalik engkau yang akan ditunggangi dan engkau yang akan digiring bersamanya dan tujuanmu berbelok kearah dirinya (ilmu). Perlu kita ketahui bila sudah sampai batas tertentu ilmu harus kita tinggalkan dan perlu kita ingat bahwa ilmu adalah jalan dan kendaraan dalam perjalan menuju kepada apa yang jadi tujuan kita.disini kita tinggal dan kita ubah kendaraan tersebut.kendaraan ilmusudah usai.Karena perjalanan mendatang keluar dari alam bagian-bagian,dari alam sesuatu-sesuatu, alam kerajaan dunia dan langit.menuju ke alam yang mencakup keseluruhan, Yang Maha Perkasa.
Dan Panca Indera pun sudah tak berguna lagi,juga cara berfikir berdasar akal belaka (MANTIK). Semua kita tinggalkan cara maupun pengalaman-pengalamannya.menuju perantauan baru yang diberinama PENGENALAN (AL MA’RIFAH) Ma’rifah memisahkan diri dari ilmu, karena ilmu membahas dan bekisar  pada alam semesta, sedang ma’rifah membahas pencipta alam semesta (yang Ghoib) dan kita beralih ke ma’rifah, ke hati – mata hati, ke pendapat sufiah.
Memang sulit dan tak dapat dipungkiri kalau alam benda itu adalah yang selalu dirindukan oleh nafsu, oleh jiwa dan itu memang medannya. Dan perlu digaris bawahi ilmu adalah kebutuhan jiwa. Dan jiwa sendiri masih berkaitan jasad. Dan semua itu tak bisa lepas  dari akal, mantik, dan ilmu itu yang kedudukannya sebagai pelayan – pelayan nafsu dan kendaraannya.
Tiada jalan keluar dari akal dan mantik, dan tiada jalan keluar dari tawanan panca indra selain dengan jalan menelanjangi diri dan membebaskan diri dari hawa nafsu dengan cara mengalahkan, menekan, menundukkan, membelenggu dan mendiamkan serta tidak melayani keinginan-keinginannya. Hal ini dapat diistilahkan dengan kata-kata “keluar dari jiwa atau melangkahi dan menyeberangi”
“Keluarlah dari jiwamu, keluarlah engkau dari kemauan kerasmu ! keluarlah engkau dari amal perbuatanmu!, keluarlah engkau dari namamu!, serta keluarlah engkau dari segala apa yang nyata! “ dan
Jadikanlah arah tuntutanmu ialah ALLAH
Kemauan kerasmu ialah ALLAH
Dan dzikirmu (ingatanmu) ialah ALLAH
Dan ucapanmu ialah ALLAH
Dan pemikiranmu ialah ALLAH
Pembahasan tentang Allah bermuladalam nama-nama, lalu sifat-sifat, kemudian Af’al (perbuatan), kesudahannya kepada dzat. Maka tiada perbuatan bagi nama-nama dan sifat-sifat ilahiat, melainkan dengan dzat ilahiat. Dzat itu ialah Baqinayah Qoyyumiah (berdiri sendiri), Shomadiah (kekal, tempat segala pinta), Ahadiah (Ketunggalan), dan Al Haqqiah (yang Maha Berhak). Dan tiada Nama-nama itumelainkan bergantung juga kepada Dzat. Adapun wujud yang wajib yang hak ialah untuk Dzat itu sendiri.  Dengan sampainya ma’rifat kepada dzat,berhentilah ma’rifat itu. Seperti ilmu yang tidak berkemampuan. Dan seorang abid akan mencapai kelemahannya dan keheran-heran seperti apa yang pernah dialaminya bahwa kelemahan dalam pencapaian adalah merupakan mata pencapaian .iapun tertegun dihadapan laisa kamistlihi syaiun (tiada satupun yang menyerupai).
Dan disini diharuskan mengubah kendaraan dan mengganti. Untuk meneruskan perjalanan diharuskan keluar dari ma’rifah.tahap ini diberinama  Sopan santun. Dan didalam tempat yang lain…AL WAQFAH (Tempat penghentian berdiri), dimana tiada lorong untuk perpindahan, dimana tiada jalan sudah berkesudahan,menuju kepada keghaiban yang mutlak. Akan halnya dengan huruf hendaknya engkau keluar dari huruf dan keluar dari pada apa yang ada pada huruf. Huruf itu menghimpun segala ilmu-ilmu, ma’rifat-ma’rifat, lintasan-lintasan hati, ibarat-ibarat dan arti makna artimakna.
“Hendaknya engkau keluar dari huruf dan Mahruf (mahruf= apa yang diberitakan oleh huruf). Setelah keluar dari huruf dan mahruf, kita akan menjadi kosong hatinya, dari lintasan-lintasan hati, dari ibarat-ibarat dan dari arti makna dan hakikat-hakikat panca indra yang bersifat kebumian semuanya. Dan bersucilah agar Allah berkenan Ber Tajalli kepadaNYA.
Tibalah sekarang giliran AL RU’YAH (pengelihatan) disusul dengan AL RU’YATUL KUBRO (pengelihatan Agung) atau penglihatan akan semua hal ihwal (keadaan).Selanjutnya  berkawan duduk semajlis, bersamaan menjalin persahabatan “Maqom Hadirat” untuk selamanya bersama Allah yang demikian itu adalah  Maqom AL KHULAH (Setia Kawan) AL MAHABBAH (Cinta Kasih)
Inilah Maqom para nabi-nabi,wali-wali, para a’uliya bagi Yang Maha Penyayang.
Disini kita tidak dapat menyebutkan apa yang sedang kita lihat didalam Ber Tajalli, dan apa yang dilihat oleh penglihatan Hati. Itu adalah rahasia Huruf Ilahiat dan Nama-nama Ilahiat.
“ Engkau mengetahui Rahasia Huruf, Sedang engkau masih dalam kemanusiaanmu niscaya akan gila akal budimu”
“ Engkau mengetahui Rahasia Nama (ASMA’), Sedang engkau masih berada dalam kemanusiaanmu niscaya akan gila-lah Hati Sanubarimu” Tuhan berkata kepadanya : “Tiada izin bagimu, kemudian tiada izin bagimu, kemudian tujuh puluh kali tiada juga izin bagimu untuk  membeberkan terhadap apa yang daku percayakan  kepadamu dari rahasia-rahasia huruf-KU, dan nama-nama-Ku……
Setelah sampai pada maqom ini, apa yang disebut Maqom Khilafah yang amat besar, yang didalamnya seorang hamba  akan memiliki Rabbaniah ( Sifat kekuasaan atas sesuatu-sesuatu ). Dan ia akan menjadi seorang Hamba Robbani (Insan Penaka Tuhan ) yang disebutkan didalam Alqur’an :

Dan bukanlah engkau yang melempar, ketika engkau melempar, melainkan Allah lah yang melempar “. ( QS. Al- Anfal 8:17 )

Iklan

KAJIAN TASSAWUF SULUK WUJIL

5 April 2011

Pesan Kanjeng Sunan Bonang, dalam Suluk Wujil

1
Inilah ceritera si Wujil
Berkata pada guru yang diabdinya
Ratu Wahdat
Ratu Wahdat nama gurunya
Bersujud ia ditelapak kaki Syekh Agung
Yang tinggal di desa Bonang
Ia minta maaf
Ingin tahu hakikat
Dan seluk beluk ajaran agama
Ssampai rahsia terdalam
2
Sepuluh tahun lamanya
Sudah Wujil
Berguru kepada Sang Wali
Namun belum mendapat ajaran utama
Ia berasal dari Majapahit
Bekerja sebagai abdi raja
Sastra Arab telah ia pelajari
Ia menyembah di depan gurunya
Kemudian berkata
Seraya menghormat
Minta maaf
3
“Dengan tulus saya mohon
Di telapak kaki tuan Guru
Mati hidup hamba serahkan
Sastra Arab telah tuan ajarkan
Dan saya telah menguasainya
Namun tetap saja saya bingung
Mengembara kesana-kemari
Tak berketentuan.
Dulu hamba berlakon sebagai pelawak
Bosan sudah saya
Menjadi bahan tertawaan orang
4
Ya Syekh al-Mukaram!
Uraian kesatuan huruf
Dulu dan sekarang
Yang saya pelajari tidak berbeda
Tidak beranjak dari tatanan lahir
Tetap saja tentang bentuk luarnya
Saya meninggalkan Majapahit
Meninggalkan semua yang dicintai
Namun tak menemukan sesuatu apa
Sebagai penawar
5
Diam-diam saya pergi malam-malam
Mencari rahsia Yang Satu dan jalan sempurna
Semua pendeta dan ulama hamba temui
Agar terjumpa hakikat hidup
Akhir kuasa sejati
Ujung utara selatan
Tempat matahari dan bulan terbenam
Akhir mata tertutup dan hakikat maut
Akhir ada dan tiada

6
Ratu Wahdat tersenyum lembut
“Hai Wujil sungguh lancang kau
Tuturmu tak lazim
Berani menagih imbalan tiggi
Demi pengabdianmu padaku
Tak patut aku disebut Sang Arif
Andai hanya uang yang diharapkan
Dari jerih payah mengajarkan ilmu
Jika itu yang kulakukan
Tak perlu aku menjalankan tirakat
7
Siapa mengharap imbalan uang
Demi ilmu yang ditulisnya
Ia hanya memuaskan diri sendiri
Dan berpura-pura tahu segala hal
Seperti bangau di sungai
Diam, bermenung tanpa gerak.
Pandangnya tajam, pura-pura suci
Di hadapan mangsanya ikan-ikan
Ibarat telur, dari luar kelihatan putih
Namuni isinya berwarna kuning
8
Matahari terbenam, malam tiba
Wujil menumpuk potongan kayu
Membuat perapian, memanaskan
Tempat pesujudan Sang Zahid
Di tepi pantai sunyi di Bonang
Desa itu gersang
Bahan makanan tak banyak
Hanya gelombang laut
Memukul batu karang
Dan menakutkan
9
Sang Arif berkata lembut
“Hai Wujil, kemarilah!”
Dipegangnya kucir rambut Wujil
Seraya dielus-elus
Tanda kasihsayangnya
“Wujil, dengar sekarang
Jika kau harus masuk neraka
Karena kata-kataku
Aku yang akan menggantikan tempatmu”

11
“Ingatlah Wujil, waspadalah!
Hidup di dunia ini
Jangan ceroboh dan gegabah
Sadarilah dirimu
Bukan yang Haqq
Dan Yang Haqq bukan dirimu
Orang yang mengenal dirinya
Akan mengenal Tuhan
Asal usul semua kejadian
Inilah jalan makrifat sejati”
12
Kebajikan utama (seorang Muslim)
Ialah mengetahui hakikat salat
Hakikat memuja dan memuji
Salat yang sebenarnya
Tidak hanya pada waktu isya dan maghrib
Tetapi juga ketika tafakur
Dan salat tahajud dalam keheningan
Buahnya ialah mnyerahkan diri senantiasa
Dan termasuk akhlaq mulia
13
Apakah salat yang sebenar-benar salat?
Renungkan ini: Jangan lakukan salat
Andai tiada tahu siapa dipuja
Bilamana kaulakukan juga
Kau seperti memanah burung
Tanpa melepas anak panah dari busurnya
Jika kaulakukan sia-sia
Karena yang dipuja wujud khayalmu semata
14
Lalu apa pula zikir yang sebenarnya?
Dengar: Walau siang malam berzikir
Jika tidak dibimbing petunjuk Tuhan
Zikirmu tidak sempurna
Zikir sejati tahu bagaimana
Datang dan perginya nafas
Di situlah Yang Ada, memperlihatkan
Hayat melalui yang empat

15
Yang empat ialah tanah atau bumi
Lalu api, udara dan air
Ketika Allah mencipta Adam
Ke dalamnya dilengkapi
Anasir ruhani yang empat:
Kahar, jalal, jamal dan kamal
Di dalamnya delapan sifat-sifat-Nya
Begitulah kaitan ruh dan badan
Dapat dikenal bagaimana
Sifat-sifat ini datang dan pergi, serta ke mana
16
Anasir tanah melahirkan
Kedewasaan dan keremajaan
Apa dan di mana kedewasaan
Dan keremajaan? Dimana letak
Kedewasaan dalam keremajaan?
Api melahirkan kekuatan
Juga kelemahan
Namun di mana letak
Kekuatan dalam kelemahan?
Ketahuilah ini

17
Sifat udara meliputi ada dan tiada
Di dalam tiada, di mana letak ada?
Di dalam ada, di mana tempat tiada?
Air dua sifatnya: mati dan hidup
Di mana letak mati dalam hidup?
Dan letak hidup dalam mati?
Kemana hidup pergi
Ketika mati datang?
Jika kau tidak mengetahuinya
Kau akan sesat jalan
18
Pedoman hidup sejati
Ialah mengenal hakikat diri
Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk
Oleh karena itu ketahuilah
Tempat datangnya yang menyembah
Dan Yang Disembah
Pribadi besar mencari hakikat diri
Dengan tujuan ingin mengetahui
Makna sejati hidup
Dan arti keberadaannya di dunia
19
Kenalilah hidup sebenar-benar hidup
Tubuh kita sangkar tertutup
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya
Jika kau tidak mengenalnya
Akan malang jadinya kau
Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil
Sia-sia semata
Jika kau tak mengenalnya.
Karena itu sucikan dirimu
Tinggalah dalam kesunyian
Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia

20
Keindahan, jangan di tempat jauh dicari
Ia ada dalam dirimu sendiri
Seluruh isi jagat ada di sana
Agar dunia ini terang bagi pandangmu
Jadikan sepenuh dirimu Cinta
Tumpukan pikiran, heningkan cipta
Jangan bercerai siang malam
Yang kaulihat di sekelilingmu
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!
21
Dunia ini Wujil, luluh lantak
Disebabkan oleh keinginanmu
Kini, ketahui yang tidak mudah rusak
Inilah yang dikandung pengetahuan sempurna
Di dalamnya kaujumpai Yang Abadi
Bentangan pengetahuan ini luas
Dari lubuk bumi hingga singgasana-Nya
Orang yang mengenal hakikat
Dapat memuja dengan benar
Selain yang mendapat petunjuk ilahi
Sangat sedikit orang mengetahui rahasia ini

22
Karena itu, Wujil, kenali dirimu
Kenali dirimu yang sejati
Ingkari benda
Agar nafsumu tidur terlena
Dia yang mengenal diri
Nafsunya akan terkendali
Dan terlindung dari jalan
Sesat dan kebingungan
Kenal diri, tahu kelemahan diri
Selalu awas terhadap tindak tanduknya
23
Bila kau mengenal dirimu
Kau akan mengenal Tuhanmu
Orang yang mengenal Tuhan
Bicara tidak sembarangan
Ada yang menempuh jalan panjang
Dan penuh kesukaran
Sebelum akhirnya menemukan dirinya
Dia tak pernah membiarkan dirinya
Sesat di jalan kesalahan
Jalan yang ditempuhnya benar
24
Wujud Tuhan itu nyata
Mahasuci, lihat dalam keheningan
Ia yang mengaku tahu jalan
Sering tindakannya menyimpang
Syariat agama tidak dijalankan
Kesalehan dicampakkan ke samping
Padahal orang yang mengenal Tuhan
Dapat mengendalikan hawa nafsu
Siang malam penglihatannya terang
Tidak disesatkan oleh khayalan
35
Diam dalam tafakur, Wujil
Adalah jalan utama (mengenal Tuhan)
Memuja tanpa selang waktu
Yang mengerjakan sempurna (ibadahnya)
Disebabkan oleh makrifat
Tubuhnya akan bersih dari noda
Pelajari kaedah pencerahan kalbu ini
Dari orang arif yang tahu
Agar kau mencapai hakikat
Yang merupakan sumber hayat
36
Wujil, jangan memuja
Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja
Juga sia-sia orang memuja
Tanpa kehadiran Yang Dipuja
Walau Tuhan tidak di depan kita
Pandanglah adamu
Sebagai isyarat ada-Nya
Inilah makna diam dalam tafakur
Asal mula segala kejadian menjadi nyata
38
Renungi pula, Wujil!
Hakikat sejati kemauan
Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita
Berpikir dan menyebut suatu perkara
Bukan kemauan murni
Kemauan itu sukar dipahami
Seperti halnya memuja Tuhan
Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak
Pun tidak membuatmu membenci orang
Yang dihukum dan dizalimi
Serta orang yang berselisih paham
39
Orang berilmu
Beribadah tanpa kenal waktu
Seluruh gerak hidupnya
Ialah beribadah
Diamnya, bicaranya
Dan tindak tanduknya
Malahan getaran bulu roma tubuhnya
Seluruh anggota badannya
Digerakkan untuk beribadah
Inilah kemauan murni
40
Kemauan itu, Wujil!
Lebih penting dari pikiran
Untuk diungkapkan dalam kata
Dan suara sangatlah sukar
Kemauan bertindak
Merupakan ungkapan pikiran
Niat melakukan perbuatan
Adalah ungkapan perbuatan
Melakukan shalat atau berbuat kejahatan
Keduanya buah dari kemauan

SYI’ IR TANPO WATON “GUS DUR”

5 April 2011

Gus Dur (Abdurrahman Wahid), pasti kita sudah mengenal beliau. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok beliau yang sarat pemikiran cemerlang. Salah satu kenang-kenangan dari Gus Dur adalah Syi’ir ‘tanpo waton’. Syi’ir (Syair) ini merupakan sedikit oleh-oleh pemikiran islam beliau bagi segenap umat islam pada khususnya.

Gus Dur

Dalam syi’ir ini, beliau berbagi ilmu, kritik bagi sesama muslim, dan banyak hal yang beliau berikan dalam beberapa baris syair. Dari ajakan untuk tidak sekedar membaca Al-Qur’an, namun juga seharusnya kita belajar memahami isinya. Mengkritisi pihak-pihak yang (suka) mengkafirkan orang lain namun tidak memperhatikan kekafiran dirinya sendiri. Dan masih banyak pesan lainnya bagi kita semua.

Sebelumnya, mungkin sudah ada yang posting tentang syi’ir ini . Namun kiranya  ini dapat juga bermanfaat bagi semua. Pemikiran Gus Dur terus dikembangkan dan dipelajari, ada banyak tokoh yang konsisten meneruskan pemikiran beliau,  Bagi yang berminat untuk mendengarkan alunan Syi’ir Tanpo Waton dengan suara (Alm) Gus Dur dan jama’ah dapat download di bawah Dan berikut adalah lirik Syi’ir Tanpo Waton tersebut

أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا     *    أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا     *       وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ      *    يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ      *   ( يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ


Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)

Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)

Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)

Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)


Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)

Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)

Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)

Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)

Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)

Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)

Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)

Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)

Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)

Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)

Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)

Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)

Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)

Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)

Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)

Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)

Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)

Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)

Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)

Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)

Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)

Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)

Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)

Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)


ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ       *          يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ       *           يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Semoga bermanfaat,

untuk mendengar lagunya klik SYIIR TANPO WATON