MELIHAT ALLAH


Mahzab Imam AN-NAFRI dalam Makrifat Ketuhanan
“Ilmu yang rapi tersimpan karena mutunya,tidak boleh dijamah oleh yang bukan ahlinya”
AN  – NAFRI sama halnya dengan para sufi lainya, tiada yang dimasguli melainkan yang Maha Tunggal itu.Ma’rifat kepada Allah,sampai padaNYA,melihatNYA, pemahaman kepadaNYA, melihatNYA,pemahaman tentangNYA,mendengarkan kepadaNYA,
Saling bertutur kata,berkawan duduk semajelis,tinggal bersama dalam hadirat,dan menjalin persahabatanyang mulia disisi ambang kesudahan.
Kesudahan dimana Roh manusia mampu melayang,An-Nafri sama halnya para sufi lainya,tidak melihat jalan lain kecuali,semua harus ditanggalkan ( TAJRIED ) dan melepaskan kedua alas kaki ( KHAL’UN NA’LAIN ).
“Lepaskan kedua alas kakimu bahwasanya engkau berada dilembah suci Thuwa “ (THOHA 20:12 ).
Dua alas kaki adalah jasad dan jiwa,jasad dan jiwa kedua itulah yang harus ditanggalkan dan dilepaskan. Tuhanpun berkata kepadanya “ Akulah Allah,takkan sampai engkau kepadaku dengan tubuhmu !.”
Usahakan pelepasan yang tidak sampai jatuh kedalam “Kependitaan” yang runtuh aatu Kezuhudan yang hampa dan sia-sia.
Kendaraan apa yangdipakai An-Nafri ? itulah ILMU.
Ilmu : Bagaikan hewan tunggangan menuju sasaran.Jaga dan awasi selalu,kalau tidak maka berbalik engkau yang akan ditunggangi dan engkau yang akan digiring bersamanya dan tujuanmu berbelok kearah dirinya (ilmu). Perlu kita ketahui bila sudah sampai batas tertentu ilmu harus kita tinggalkan dan perlu kita ingat bahwa ilmu adalah jalan dan kendaraan dalam perjalan menuju kepada apa yang jadi tujuan kita.disini kita tinggal dan kita ubah kendaraan tersebut.kendaraan ilmusudah usai.Karena perjalanan mendatang keluar dari alam bagian-bagian,dari alam sesuatu-sesuatu, alam kerajaan dunia dan langit.menuju ke alam yang mencakup keseluruhan, Yang Maha Perkasa.
Dan Panca Indera pun sudah tak berguna lagi,juga cara berfikir berdasar akal belaka (MANTIK). Semua kita tinggalkan cara maupun pengalaman-pengalamannya.menuju perantauan baru yang diberinama PENGENALAN (AL MA’RIFAH) Ma’rifah memisahkan diri dari ilmu, karena ilmu membahas dan bekisar  pada alam semesta, sedang ma’rifah membahas pencipta alam semesta (yang Ghoib) dan kita beralih ke ma’rifah, ke hati – mata hati, ke pendapat sufiah.
Memang sulit dan tak dapat dipungkiri kalau alam benda itu adalah yang selalu dirindukan oleh nafsu, oleh jiwa dan itu memang medannya. Dan perlu digaris bawahi ilmu adalah kebutuhan jiwa. Dan jiwa sendiri masih berkaitan jasad. Dan semua itu tak bisa lepas  dari akal, mantik, dan ilmu itu yang kedudukannya sebagai pelayan – pelayan nafsu dan kendaraannya.
Tiada jalan keluar dari akal dan mantik, dan tiada jalan keluar dari tawanan panca indra selain dengan jalan menelanjangi diri dan membebaskan diri dari hawa nafsu dengan cara mengalahkan, menekan, menundukkan, membelenggu dan mendiamkan serta tidak melayani keinginan-keinginannya. Hal ini dapat diistilahkan dengan kata-kata “keluar dari jiwa atau melangkahi dan menyeberangi”
“Keluarlah dari jiwamu, keluarlah engkau dari kemauan kerasmu ! keluarlah engkau dari amal perbuatanmu!, keluarlah engkau dari namamu!, serta keluarlah engkau dari segala apa yang nyata! “ dan
Jadikanlah arah tuntutanmu ialah ALLAH
Kemauan kerasmu ialah ALLAH
Dan dzikirmu (ingatanmu) ialah ALLAH
Dan ucapanmu ialah ALLAH
Dan pemikiranmu ialah ALLAH
Pembahasan tentang Allah bermuladalam nama-nama, lalu sifat-sifat, kemudian Af’al (perbuatan), kesudahannya kepada dzat. Maka tiada perbuatan bagi nama-nama dan sifat-sifat ilahiat, melainkan dengan dzat ilahiat. Dzat itu ialah Baqinayah Qoyyumiah (berdiri sendiri), Shomadiah (kekal, tempat segala pinta), Ahadiah (Ketunggalan), dan Al Haqqiah (yang Maha Berhak). Dan tiada Nama-nama itumelainkan bergantung juga kepada Dzat. Adapun wujud yang wajib yang hak ialah untuk Dzat itu sendiri.  Dengan sampainya ma’rifat kepada dzat,berhentilah ma’rifat itu. Seperti ilmu yang tidak berkemampuan. Dan seorang abid akan mencapai kelemahannya dan keheran-heran seperti apa yang pernah dialaminya bahwa kelemahan dalam pencapaian adalah merupakan mata pencapaian .iapun tertegun dihadapan laisa kamistlihi syaiun (tiada satupun yang menyerupai).
Dan disini diharuskan mengubah kendaraan dan mengganti. Untuk meneruskan perjalanan diharuskan keluar dari ma’rifah.tahap ini diberinama  Sopan santun. Dan didalam tempat yang lain…AL WAQFAH (Tempat penghentian berdiri), dimana tiada lorong untuk perpindahan, dimana tiada jalan sudah berkesudahan,menuju kepada keghaiban yang mutlak. Akan halnya dengan huruf hendaknya engkau keluar dari huruf dan keluar dari pada apa yang ada pada huruf. Huruf itu menghimpun segala ilmu-ilmu, ma’rifat-ma’rifat, lintasan-lintasan hati, ibarat-ibarat dan arti makna artimakna.
“Hendaknya engkau keluar dari huruf dan Mahruf (mahruf= apa yang diberitakan oleh huruf). Setelah keluar dari huruf dan mahruf, kita akan menjadi kosong hatinya, dari lintasan-lintasan hati, dari ibarat-ibarat dan dari arti makna dan hakikat-hakikat panca indra yang bersifat kebumian semuanya. Dan bersucilah agar Allah berkenan Ber Tajalli kepadaNYA.
Tibalah sekarang giliran AL RU’YAH (pengelihatan) disusul dengan AL RU’YATUL KUBRO (pengelihatan Agung) atau penglihatan akan semua hal ihwal (keadaan).Selanjutnya  berkawan duduk semajlis, bersamaan menjalin persahabatan “Maqom Hadirat” untuk selamanya bersama Allah yang demikian itu adalah  Maqom AL KHULAH (Setia Kawan) AL MAHABBAH (Cinta Kasih)
Inilah Maqom para nabi-nabi,wali-wali, para a’uliya bagi Yang Maha Penyayang.
Disini kita tidak dapat menyebutkan apa yang sedang kita lihat didalam Ber Tajalli, dan apa yang dilihat oleh penglihatan Hati. Itu adalah rahasia Huruf Ilahiat dan Nama-nama Ilahiat.
“ Engkau mengetahui Rahasia Huruf, Sedang engkau masih dalam kemanusiaanmu niscaya akan gila akal budimu”
“ Engkau mengetahui Rahasia Nama (ASMA’), Sedang engkau masih berada dalam kemanusiaanmu niscaya akan gila-lah Hati Sanubarimu” Tuhan berkata kepadanya : “Tiada izin bagimu, kemudian tiada izin bagimu, kemudian tujuh puluh kali tiada juga izin bagimu untuk  membeberkan terhadap apa yang daku percayakan  kepadamu dari rahasia-rahasia huruf-KU, dan nama-nama-Ku……
Setelah sampai pada maqom ini, apa yang disebut Maqom Khilafah yang amat besar, yang didalamnya seorang hamba  akan memiliki Rabbaniah ( Sifat kekuasaan atas sesuatu-sesuatu ). Dan ia akan menjadi seorang Hamba Robbani (Insan Penaka Tuhan ) yang disebutkan didalam Alqur’an :

Dan bukanlah engkau yang melempar, ketika engkau melempar, melainkan Allah lah yang melempar “. ( QS. Al- Anfal 8:17 )

Iklan

8 Tanggapan to “MELIHAT ALLAH”

  1. bagus satya Says:

    ALLAh

  2. fatih Says:

    copotlah kedua sandalmu (ikhla’ na’laik) menurut saya, na’lu dunya wa na’lu akhiroh. copotlah sendal dunia dan akhiratmu, sebagai ahlulloh memang seharusnya meninggalkan alias tidak nggubris dengan dunia atau akhirat tapi hanya tertarik kepada Alloh SWT, seperti ungkapan syeh abdul qodir al jilani: “apa yang lalat cari dari diriku yang tidak mau kemegahan dunia dan madu akhirat”. atau seperti ungkapan sufi pendiri tarekat malamatiyah syeh hamdun al-qossor: dalam tarekat kita cukup dibutuhkan tiga hari menjadi waliyulloh. hari pertama meninggalkan dunia, hari kedua meninggalkan akhirat maka hari ketiga akan sampai kepada Alloh.

  3. Burhanudin Says:

    Alhamdulillah puji sukur kehadrat allh atas semua ini tiada pernah ak mendengar seperti ini. Smg allh sentiasa melimpahkn rahmatnya kpd aki. Amin ya robbal alamin. Ki krmkan trus wejangan untuk mgnal diri dan ilmu pembuka mata batin

  4. Ki PAmukt1 Says:

    assalamu alaikum

    ijin nyimak…..

  5. ki wongsejati Says:

    yang diajak bicara Aku diri cipta pribadi, dan yang di tanggalkan ke Akuan diri

  6. dedi Says:

    hebat……jarang skarang orang membuka hal ini, tapi alangkah lbih baik kalau di hilangkan samarnya supaya lbih mudah orang mengamalkannya……….. sugeng rahayu.

  7. masagus Says:

    salam kenal lebih dekat , perkenalkan namaku masagus
    kalo boleh tahu, siapa ya pengasuh blog ini , artikelnya bagus2 banget memberi pencerahan serta spirit ketauhitan

  8. bagus s Says:

    salam kenal, mau nanya apakah yang diajak bicara dan disuruh menanggalkan semuanya itu adalah” AKU”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: